Kabupaten Solok Selatan : Pemerintah Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan mengusung tema “Melalui Konvergensi Pencegahan Stunting Kita Wujudkan Masyarakat Sehat Menuju Solok Selatan Maju dan Sejahtera.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program dan kegiatan lintas sektor dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat nagari.
Rembuk Stunting dihadiri oleh Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sangir Jujuan yang mewakili Camat Sangir Jujuan, UPTD Puskesmas Sangir Jujuan, Koordinator Keluarga Berencana (KB), Pendamping Desa, Sekretaris Nagari yang mewakili Pj. Wali Nagari Bidar Alam, Bidan Desa, Kader Posyandu, Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta unsur masyarakat lainnya. Tercatat sebanyak 51 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 6 laki-laki dan 45 perempuan.
Dalam pemaparan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, diketahui bahwa jumlah anak yang teridentifikasi mengalami stunting di Nagari Bidar Alam saat ini sebanyak 9 anak. Data tersebut menjadi perhatian bersama seluruh peserta rembuk sebagai dasar dalam merumuskan langkah-langkah intervensi yang lebih efektif dan terarah.
Berbagai usulan muncul dari peserta rembuk sebagai bagian dari upaya penguatan program pencegahan dan penanganan stunting. Di antaranya adalah usulan penambahan Kader BKB minimal tiga orang pada setiap Posyandu guna memperkuat pendampingan keluarga yang memiliki balita. Selain itu, peserta juga mengusulkan agar Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) lebih sering dilibatkan dalam berbagai pelatihan kesehatan guna meningkatkan kapasitas mereka dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Peserta rembuk juga mengusulkan agar anak-anak yang mengalami gizi buruk maupun stunting mendapatkan tambahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penunjang sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik. Selain itu, pelatihan kesehatan dengan materi pemahaman stunting dan gizi buruk bagi keluarga berisiko stunting juga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Nagari Bidar Alam yang mewakili Pj. Wali Nagari menyampaikan beberapa informasi penting terkait dukungan pemerintah nagari terhadap upaya penurunan stunting. Salah satunya adalah rencana mengusulkan dan memprioritaskan sasaran Posyandu, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Nagari Bidar Alam.
Selain itu, Pemerintah Nagari juga berkomitmen untuk memprioritaskan pengadaan sarana dan prasarana Posyandu dalam perencanaan anggaran nagari. Beberapa kebutuhan yang akan diusulkan antara lain kasur, bantal, kain horden, dan matras guna mendukung kenyamanan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Posyandu.
Sementara itu, Koordinator KB menyampaikan bahwa program Sekolah Lansia yang telah berjalan akan terus dilanjutkan dan saat ini masih menunggu penerbitan surat keputusan sebagai dasar pelaksanaannya. Di samping itu, Koordinator KB juga menyampaikan harapan agar honorarium Kader BKB dapat ditingkatkan melalui tindak lanjut kebijakan pemerintah daerah, termasuk kemungkinan perubahan regulasi melalui Peraturan Bupati yang mengatur dukungan terhadap kader pembangunan keluarga.
Sebagai bagian dari mekanisme perencanaan partisipatif, kegiatan Rembuk Stunting juga menetapkan utusan yang akan menyampaikan hasil dan usulan kegiatan ke dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari. Peserta menunjuk Setri MJ dari unsur Kader Posyandu dan Jusneli dari unsur Kader BKB sebagai perwakilan resmi dalam forum tersebut.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan konvergensi program percepatan penurunan stunting di Nagari Bidar Alam. Dengan dukungan lintas sektor, peningkatan kapasitas kader, perbaikan layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, target mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Nagari Bidar Alam diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.

0 Comments